Rabu, 09 Februari 2011

Aku Jatuh Cinta

Ini bukan tulisan yang aku rangkai sendiri kata-katanya. ini cuma sebuah lagu. lagu yang sebenernya udah lama aku denger. mungkin sekarang udah ga pernah lagi di puter di radio, di acara-acar musik di TV atau iseng-iseng di dengerin sama penggila musik. tapi entah kenapa aku masih nyimpen lagu ini di playlist hape ku sejak dulu.

aku memang suka lagu ini. aku selalu berusaha menyanyikannya dengan baik, walaupun sampai sekarang belum bisa. aku hanya sekedar menyukai suara penyanyinya, liriknya, musiknya dan setiap bait yang ada di lagu ini. tapi, sejak 6 januari kemarin, aku untuk pertama kalinya-setelah beribu-ribu kali mendengarkan lagu ini-menangis mendengar lagu ini. sejak 6 januari, lagu ini seperti punya sosok di dalam nya. sosok yang bisa membuatku meneteskan air mata setiap mendengarnya.

baca lirik ini, jangan di nyanyikan. supaya kamu paham apa makna nya.

awalnya ku tak mengerti apa yang sedang ku rasakan
segalanya berubah dan rasa rindu itu pun ada
sejak kau hadir di setiap malam ditidurku
aku tau sesuatu sedang terjadi padaku

sudah sekian lama ku alami pedih putus cinta
dan mulai terbiasa hidup sendiri tanpa asmara
dan hadir mu membawa cinta sembuh kan lukaku
kau berbeda dari yang ku kira

aku jatuh cinta kepada dirinya
sungguh-sungguh cinta, oh apa adanya
tak pernah ku ragu namun tetap slalu menunggu
sungguh aku jatuh cinta kepadanya..

coba, coba dengarkan apa yang ingin aku katakan
yang selama ini sungguh telah lama ku pendam
aku tak percaya membuat ku tak berdaya
tuk ungkapkan apa yang ku rasa...

lagu ini sekarang punya sosok. aku tidak berharap sosok itu membaca post ini :)

Sabtu, 05 Februari 2011

rasa ini buat kamu

Hei, kamu yang selalu membuatku sesak dengan segala rasa rindu ini..

Hari ini aku kembali teringat akan kamu. Kamu yang selalu berusaha aku hapus dari memori ku. Kamu yang selalu membuat ku ingin meneriakkan kata-kata “aku rindu kamu”. Kamu yang sekarang mungkin sudah tidak lagi mengingatku sebagai orang yang dulu selalu kamu rindukan. Aku tersiksa dengan perasaan ini, kalau kamu mau tau.

Kamu yang membuat ku merasakan semua ini dan kamu juga yang membuat ku terpaksa melupakan perasaan yang sekarang tumbuh merambati seluruh organ tubuhku. Aku terikat. Terikat oleh perasaan yang menggerogoti otak dan seluruh syarafku ini.

Saat ini yang aku inginkan hanya satu. Aku ingin bertemu denganmu. Aku menginginkan hal itu sampai aku ingin mati rasanya. Dada ku bergemuruh dan mungkin akan meledak karena rasa rindu ini. Kamu sudah tidak merasakannya kan? Ya, aku tau. Tapi aku merasakannya. Merasakannya sampai aku tidak bisa merasakan hal lain selain merindukanmu.

Suatu waktu aku berpikir, apakah mungkin akan terjadi keajaiban kamu akan kembali padaku seperti dulu, melupakan seseorang yang sekarang berada di sampingmu. Tapi kemudian aku mengenyahkan pikiran jahat itu. Aku bukan orang yang seperti itu walaupun aku ingin. Aku merasa sakit ditinggalkan oleh mu, dan aku yakin dia juga akan sakit jika kamu meninggalkannya. Cukup satu orang saja yang merasakan ini. Jangan ada lagi.

Pagi ini aku menggeliat di kasurku, berusaha mengenyahkan perasaan yang setiap hari menyelinap masuk ke rongga dadaku dan membuatku sesak ingin berteriak. Apa kamu tau aku sangat tersiksa dengan perasaan ini setiap hari? Mungkin kamu sudah tidak punya lagi tempat untuk memikirkan apakah aku merasakan apapun padamu atau tidak. Kamu sudah terlalu sibuk dengan apa yang kamu miliki sekarang.

Mungkin tidak hanya aku yang berusaha melupakan, kamu pun pada awalnya mungkin akan sulit melupakan apa yang pernah kita jalani. Tapi kamu punya seseorang yang membantumu melupakanku. Sedangkan aku? Aku setiap hari menggeliat di kasur seorang diri tanpa ada yang membantuku mengenyahkanmu dari hati dan otakku. Aku kesulitan. Bisa bantu aku? Lakukan sesuatu yang dapat membuatku benci padamu. Jangan bersikap manis padaku. Jangan menelponku, jangan muncul di jejaring sosial ku, jangan menghubungiku, walaupun aku tau aku akan tersiksa setengah mati jika kamu benar-benar melakukannya.

Kamu tau? Sekarang aku sangat ingin menyentuhmu. Menggenggam tanganmu yang dulu selalu menggenggam tanganku, bersandar di punggungmu yang selalu bisa menenangkanku, menelusuri setiap lekuk wajahmu, mengingat setiap detail guratan diwajahmu, mengusap rambutmu yang jadi favoritku, mencubitmu dengan gemas seperti yang biasa aku lakukan dulu, dan aku ingin memelukmu, hal yang belum pernah aku lakukan karena tembok status yang belum sempat kita beri nama dulu. Dan sekarang tembok itu berlumut.

Kamu tau? Aku selalu merasa ada bongkahan batu di perutku setiap melihat mu bermesraan dengan dia yang sekarang berada di sampingmu. Aku merasa aku hancur setiap hari. Bahkan sebelum aku berhasil menyusunnya kembali, kamu sudah kembali menghancurkanku. Aku sayang kamu. Aku sangat menyayangimu. Sampai aku ingin mati rasanya menahan perasaan ini.

Apa kamu membaca suratku? Ya, semua surat yang kamu tanyakan kemarin memang untukmu. Semuanya tanpa kecuali. Andai kamu membacanya. Andai kamu tau apa yang aku rasakan. Dan aku berharap kamu bisa kembali padaku, terketuk hatimu bahwa kamu ternyata juga menyayangiku. Tapi itu tidak mungkinkan? Aku tau itu tidak mungkin. Tapi pikiran itu selalu meracuni otakku dan menumbuhkan harapan-harapan kosong di langit-langit kamarku.

Apa kamu tau? Bekas mu selalu ada dimana-mana. Di tempat-tempat yang pernah kita datangi, di kos ku, di setiap seluk beluk jalan yang pernah kita lewati dan kamu membekas di hatiku. Membekas seperti noda spidol di baju seragam. Tidak akan bisa dihilangkan kecuali dengan menggunting bagian itu atau membakarnya.

Aku selalu berusaha mencari sosok lain yang bisa membantuku menghapusmu dari memoriku, tapi aku tidak sanggup. Dan memang tidak ada yang sanggup menggantikanmu, apapun alasannya. Dan kelihatannya aku masih belum mau melupakanmu walaupun aku harus. Jadi apa yang harus aku lakukan? Apa? Beritahu aku, dan akan aku lakukan jika itu bisa membuat ku lebih baik. Aku sakit, sangat sakit. Aku sakit dengan semua yang aku rasakan padamu.

Semua lagu seolah membuntuti ku dan selalu meneriakkan namamu. Semua lagu selalu tentangmu. Selalu terkait kamu. Membuatku mau tidak mau mengingatmu. Aku merindukanmu, setengah mati merindukanmu. Aku hanya ingin kamu tau, karna memang tidak ada yang bisa aku lakukan lagi selain itu. Selain hanya sekedar memberitahumu.

Hari ini aku melakukan sesuatu yang selama sebulan ini aku tahan mati-matian, aku hindari mati-matian. Aku membuka album foto kita. Foto yang dulu selama tiga bulan selalu aku pandangi setiap hari, karena aku suka mengingatmu. Mengingatmu membuatku tersenyum dan bahagia. Sekarangpun aku tetap tersenyum, tapi tidak ada kebahagiaan disana. Hanya ada tetesan kesedihan, tangisan menyayat hati dan rasa sesak yang menyiksa. Aku mengingat-ingat apa yang aku rasakan dulu. Di setiap foto ada rasa yang sama. Sayang, rindu dan bahagia. Aku mencoba merasakannya kembali dan itu membuatku tersenyum. Sepersekian detik setelah tersenyum, aku segera menghapusnya. Aku tau itu hanya harapan kosong. Aku tidak boleh mengingatnya. Tapi aku sangat ingin. Melebihi apapun, kalau kamu tau.

Aku rela melihatmu berdua dengannya sekarang, asal aku bisa bertemu denganmu. Melihatmu, mengingatmu, dan menghirup oksigen yang sama dengamu. Aku bahagia. Tolong, bisakah kamu berkata ingin bertemu denganku sekali saja? Sekali saja dan aku ingin melakukan apa yang ingin aku lakukan padamu. Sekali saja.

Sudahlah, kertas ini tidak akan cukup untuk menggambarkan apa yang aku rasakan padamu. Terlalu banyak yang aku rasakan padamu. Dan itu akan terus menggerogotiku dan menyiksaku.

Aku sayang kamu.

Jelek mu-dulu.

Sabtu, 29 Januari 2011

cowok di kereta tadi malam

hai cowok di kereta :D

sejak tadi malam kamu membuat aku merasa di hidup seperti cerita dalam novel-novel roman atau komik-komik serial cantik. kisah-kisah yang terprediksi tapi tidak terbayangkan akan ku alami sepanjang malam kemarin membuat aku senyum-senyum sendiri. lucu. mungkin kalau aku tidak kehabisan tiket kereta ekomoni Jakarta-Jogja dan tiket kereta bisnis Jakarta-Jogja, aku ga bakal ketemu kamu. mungkin aku akan tetap pulang bareng sama ke empat temenku-cowok semua dan resek minta ampun-bukannya berada di sini, kereta bisnis Jakarta-Solo. sendirian. di sini kita bertemu kan?

waktu kamu datang sambil bertanya, "Ini 12C kan?" jujur saja aku gugup. karena yah, itu berarti aku akan duduk sebangku dengan cowok sepanjang malam. bukannya apa-apa, tapi semua temen yang pernah tidur bareng sama aku selalu komplain kalau tidurku kacau. berantakan, ngigau dan kaki kemana-mana. dan ternyata bener. mau aku jujur? sebenarnya tidurku di kereta itu tidak sepenuhnya tidur, aku masih setengah sadar. aku tidak akan bisa tidur nyenyak sementara disebelahku ada cowok yang insomnia berat dan tidak tidur sepanjang perjalanan. aku merasa tidurku akan diawasi setiap saat.

aku merasa kehabisan bahan obrolan dan memilih memaksakan diri untuk tidur demi menghindari salah tingkah akutku. tapi ternyata, pilihan untuk pura-pura tidur juga bukan ide bagus. aku tetap ketiduran beberapa kali kemudian setengah sadar, tapi tetap terpejam. demi menjaga salah tingkahku.

dan kamu yang mungkin terlalu baik pada orang yang baru dikenal-seperti aku-berbaik hati menyewakan bantal untuk aku-gadis yang kepalanya kejedot kaca kereta beberapa kali dalam satu menit. kamu juga berbaik hati menyelimuti aku-gadis yang kena kipas angin saja jadi ingusan-dengan jaket mu. jujur saja aku kaget, walapun dalam otakku sempat terbersit adegan seperti ini. seperti sinetron kan? tapi ternyata itu yang terjadi saat itu, dan aku sadar. tapi aku memilih untuk tetap tidur karna yah, aku akan salah tingkah ebrat jika di beri perlakukan seperti itu. dasar-anak-ingusan.

kamu tau tidak, gara-gara perlakuanmu, aku tidak bisa tidur tenang sepanjang perjalanan. aku beberapa kali jaket mu terjatuh, itu bukan ketidaksengajaan. mungkin yang terlihat adalah aku tidak sadar menggaruk-garuk kepala dan membuat jaket mu tersingkap kemudian jatuh. padahal kenyataannya aku sengaja mengangkat tangan untuk melepas jaketmu. aku-salah-tingkah. dan yang membuatku lebih salah tingkah lagi, ternyata kamu malah menyelimutiku kembali dengan baik hatinya!

beberapa kali ku coba jurus yang sama, ternyata tidak mempan. oke, baiklah aku menyerah.

aku mencoba tidur lebih nyenyak untuk melupakan salah tingkah ku. tapi ternyata gagal. bagaimana tidak? saat kepala ku terjatuh beberapa kali karena sudah benar-benar ngantuk, kamu justru menggeser duduk merapat padaku sehingga kepalaku bersandar di bahu mu. lihat? ini yang sering terjadi di sinetron kan? aku geli membayangkannya. dan saat itu aku binggung setengah mati harus bagaimana. aku tidak akan memilih untuk bangun dan kita sama-sama menyadari bahwa aku sedang bersandar di bahu mu. tidak akan. aku bisa mateng saat itu juga.

aku memilih untuk pura-pura terguncang saat kereta berguncang keras. kemudian dengan tidak kentara aku memindahkan kepalaku menjauhi bahu mu. aha! berhasil! aku memang jagoan. tapi ternyata ketidaksadaranku memang kebodohanku. adegan kedua terulang kembali. kepalu sudah ku pasang tegak agar tidak mengundang bahumu mendekat seperti magnet di kepalaku. tapi rupanya kamu cowok yang penuh inisiatif atau mungkin kamu bekas pemain sinetron. yang kamu lakukan bukannya menjauh dari kepalaku yang bisa jatuh kapan saja dan kemana saja, tapi kamu justru mendekat dan menggeser kepalaku sampai menyentuh bahumu! ya Tuhan! Menggeser! yang tadi menempel dengan ketidaksengajaan, sekarang kamu justru menempatkan kepalaku di bahumu! aku-salah-tingkah-berat!

bagaimana ini? bagaimana? kereta! berguncanglah yang keras! Gubrak! botol aqua menjatuhi pahaku. aku hampir mengaduh, untung tidak jadi. kalau tidak aku akan sadar dan makin salah tingkah. ayolah kereta, aku bilang jatuhkan kepalaku, bukan botol minuman ku! argh. oke berguncang, dan aku berpura menggeliat karena guncangan kereta, dan hap! aku menggeser kepala ke jendela. oke aman.

sampai detik itu.

aku hampir memekik ketika aku merasakan tanganmu mengusap kepalaku gemas. astaga! apakah itu tidak terlalu akrab untuk dua orang yang baru saja saling kenal, bahkan baru beberapa jam saja? tapi aku tidak serta merta bangun dan meneriakkan itu padamu. aku hanya menggeliat untuk menunjukkan padamu untuk tidak mengulangi perlakuanmu lagi. atau kalu tidak aku akan terbangun-akan mampus.

akhirnya setelah jurus pura-pura tidurku gagal menghindarkan ku dari salah tingkah-justru memancing perlakukan yang membuat ku salah tingkah-aku memutuskan untuk bangun atau ehm, maksudku pura-pura bangun. tenggorokan ku kering, ternyata bersandiwara itu melelahkan. dan kamu ternyata tidak kehabisan akal. kamu menawariku makan ini dan minum itu setiap ada pelayan restorasi lewat. hei, aku hanya ingin meneguk teh botolku untuk sekedar menjernihkan otakku kembali.

ternyata bangun dan menghadapi salah tingkah itu lebih baik, dari pada tidur dan membuatku makin salah tingkah. ngobrol, bercanda dan ketawa ketiwi. sampai akhirnya kamu mengatakan bahwa kamu mengambil gambarku ketika aku tidur!!

aku,

cewek gampang salah tingkah
Senja Utama, Jakarta-Solo 20:15 WIB

Minggu, 16 Januari 2011

J & J

Hei Jabrik,

kalau biasanya surat cinta isinya ungkapan perasaan seseorang ke orang yang disayang, hari ini aku ingin buat surat cinta untukmu yang isinya ungkapan kekesalanku padamu. ehm, yah, tidak sepenuhnya kesal. karena aku selalu senyum-senyum sendiri kalau aku mengingat tingkahmu. mungkin kamu tidak akan sadar kalau aku akan mengingat hal-hal kecil darimu yang bahkan kamu sendiri merasa hal itu tidak penting. mungkin tidak bagimu, tapi iya bagiku.

pertama, kamu selalu-walaupun aku sudah sering ngomel-menggelitiki lututku ketika kita berboncengan naik motor. dan aku akan selalu sigap menghindar dari kejahilan tangan kirimu yang bebas. kakiku akan selalu bergerak ototmatis menjauhi gerakan tanganmu yang mulai mencurigakan. bisa kamu bayangkan bagaimana bentukku ketika orang dibelakang kita melihatnya? aku duduk berboncengan dengan kaki mengepak-ngepak seperti sayap burung yang akan terbang. itu konyol tau!

kedua, kamu selalu mencuri-curi gambarku ketika aku sedang bengong. mengarahkan kamera ke arahku sambil pura-pura melamun. itu menyebalkan! apalagi kalau kamu berhasil mendapat gambarku yang sedang melongo parah dengan mulut terbuka! setelah itu kamu akan tertawa terbahak-bahak dan berkata tidak akan menghapus gambar itu, walaupun aku berteriak-teriak memintanya.

ketiga, kamu selalu terlambat setengah jam dari jam kamu mau menjemputku. s-e-l-a-l-u. dan heran nya aku selalu siap tepat waktu walaupun aku tau kebiasaan burukmu itu. jadi yang salah siapa? aku yang siapa tepat waktu walaupun tau kamu akan terlambat atau kamu yang selalu datang terlambat setengah jam walaupun tau aku selalu siap tepat waktu??

keempat, kamu selalu memaksaku menghabiskan makanan ku walaupun aku sudah mengaduh tidak kuat lagi memasukkan makanan itu ke dalam perutku. yah, mungkin ini memang salahku, tapi kamu tau tidak rasanya? rasanya aku justru ingin memuntahkan semua makanan itu kembali. aku merasa sangat bahagia ketika aku membalas perbuatanmu, nah, sekarang tau kan rasanya? haha. :p

kelima, menjitak kepalaku sesuka mu karna tau aku tidak berani membalas dengan alasan umurmu dua tahun lebih tua dariku. kejam. memangnya kalau aku lebih muda, kamu boleh menjitakku dan aku harus terima-terima saja, begitu. baru aku balas sekali jitak saja, kamu sudah ceramah soal umur. menyebalkan tau, tidak?

hoahm.. aku tidak tau lagi surat ini akan seberapa panjang jika aku teruskan hal-hal menyebalkan yang sering kamu lakukan. hei, Jabrik, sadar tidak kamu melakukan hal-hal yang aku sebutkan tadi? bagus, kalau kamu sadar. kalau tidak, mungkin sebaiknya aku menjejalimu dengan keju-makanan yang tidak kamu suka.

Hm, Jabrik. kamu tau? aku memang selalu merasa kesal ketika kamu melakukan hal-hal menyebalkan tadi. tapi rasa kesalku mungkin hanya seperseribu, sisanya aku senang bukan main. aneh ya? memang. tapi aku suka ketika aku tau semua tentang kamu. apapun itu. semenyebalkan apapun itu. seburuk apapun itu. mungkin akan naik beberapa persen lagi-rasa senangku-jika hanya aku yang tau hal-hal itu. aku merasa.. ehm, spesial. haha. aneh ya? tapi ini yang aku rasakan.

satu aja yang aku ingin kamu mengingatnya, seperti apapun kamu, bagaimanapun kamu, kamu adalah kamu. tidak ada yang berubah. aku tetap suka. karna yang aku suka adalah kamu yang seperti itu. kalau kamu merubahnya, maka mungkin kamu bukan Jabrik ku yang aku suka.

dari yang selalu menyukai rambut jabrik mu,
Jelek mu,
J & J

PS : aku tidak berharap kamu membacanya. ini akan kusimpan sampai aku bisa menunjukkannya padamu. :)

hari ini untuk mu

hai kamu yang selalu jadi inspirasi ku :)

Hari ini aku memutuskan untuk mengawali hari ku dengan menulis sepucuk surat untukmu, seperti hari-hari sebelumnya. kamu tau apa yang sedang aku lakukan saat ini? aku sedang duduk dengan dagu bertopang pada lutut dan mencoba mencari inspirasi tentang kamu. aku selalu mendapat inspirasi dari sosok mu. entah apa dalam dirimu yang membuatku merasa bergolak dan merayu jemariku untuk menari-nari menumpahkan isi kepala ku ke dalam sebuah barisan kata-kata. aku duduk termangu menatap layar laptopku sambil menunggu barisan kata-kata berikutnya yang melintas di dalam kepalaku, menanti gilirannya.

ketika barisan kata-kata itu melintas di kepala ku, aku merasa pusing sejenak. seolah roh mu ikut melayang-layang di sana. aku merasakannya. bongkahan batu besar teronggok didalam perutku. dan sepertinya ia ingin menyeruak naik ke rongga dada ku. aku kesulitan bernafas. lagi. ini kurasakan setiap hari. hari yang memang selalu penuh tentang mu.

aku selalu tersenyum mengingat kalimat-kalimat yang pernah kamu ucapkan, aku ingat setiap guratan diwajahmu saat kamu tertawa, saat kamu murung, saat tingkah jahil mu muncul dan saat kamu menatap mataku. aku suka saat kamu menatap mataku. ada sengatan listrik yang kurasakan di ujung-ujung jariku. rasanya menggelitik sampai ke seluruh tubuh dan aku mendapati pipiku terasa tercubit. aku suka sensasi itu.

asal kamu tau, setiap hari ku selalu penuh dengan segala hal tentang mu. dan aku suka itu. aku suka ada kamu di hari-hariku. terima kasih telah membuat ku merasakan sengatan listrik yang ingin ku nikmati setiap saat.

aku suka :)

Jumat, 14 Januari 2011

aku kangen kamu

aku kangen kamu.

aku belum pernah mengucapkan kalimat itu secara langsung padamu dengan sungguh-sungguh. walaupun aku sungguh-sungguh merasakannya. sejak pertama kita kenal aku sudah sering mengatakan satu hal padamu. aku bukan tipe orang yang berterusterang. aku belum bisa mengatakan hal-hal semacam itu dengan gamblang di hadapanmu, menatap matamu. tapi satu yang kamu harus ingat, aku selalu menunjukkannya lewat perbuatan. perlakuan ku padamu. kamu tidak harus mendengarku mengatakannya, tapi lihatlah bahwa aku merasakannya.

aku selalu berusaha untuk mengatakannya padamu, tapi lidahku terasa kelu. apa kamu tau itu? aku selalu kesulitan bernafas ketika akan mengatakannya padamu. hanya sebuah pesan singkat tertulis yang bisa aku sampaikan. tapi pesan itu tertulis. kamu tidak bisa mendengar bagaimana gugup nya saat aku mengatakannya. kamu tidak bisa melihat wajahku yang tersipu saat mengucapkan kalimat singkat itu. kamu tidak bisa tertawa geli melihat ku salah tingkah, sepersekian detik setelah aku mengatakannya.

dan sekarang, saat aku merasa aku akan sanggup untuk mengatakannya padamu-karena aku sudah tidak kuat lagi memendamnya-kamu tidak bisa mendengarnya. kamu tidak memberiku cukup waktu untuk mengumpulkan kekuatanku sebentar saja. kamu terlanjur pergi. dan aku tidak sempat mengucapkannya.

aku menyesal belum sempat mengatakan kalimat itu dengan sungguh-sungguh padamu.
dengar, lihat dan rasakan dengan hati mu.

aku kangen kamu.

Surat Cinta Hari ke-2 #2 aku suka mengingatmu

Ketika aku mendengar kata "Surat Cinta" , entah kenapa bayangan mu yang terlintas di kepalaku. dan aku memutuskan untuk menulisnya untukmu. aku tau kamu sangat benci membaca, justru karena itulah aku menulisnya. aku tidak berharap kamu membacanya. walaupun itu menyesakkan.

Kamu tau apa yang aku rasakan saat ini? saat ini aku merasa sesak. sesak dengan segala rindu yang menggumpal di rongga dadaku. rindu yang ingin aku sampaikan padamu tapi aku tidak sanggup. rindu yang tiga bulan lalu masih terasa manis dan menggelitik, kini membuat ku sesak dan kesulitan bernafas. apakah kamu tau? jika aku berharap aku tau aku akan sakit. maka aku berusaha tak berharap, walaupun aku tau aku tidak bisa berhenti berharap tentangmu.


aku selalu menyanyikan lagu yang mengingatkanku padamu. aku selalu tersenyum saat mengingat saat-saat kita bersama. aku selalu tidak sengaja mengingatmu. aku berani sumpah. jangan salahkan aku jika bayanganmu selalu memohon ruang di otakku setiap hari, setiap jam, setiap menit dan kapanpun.


aku suka mengingatmu. sangat suka. walaupun aku merasa sesak.

Pengikut

Mengenai Saya

Denpasar, Bali, Indonesia
novelis beken n best seller. ada yang mau protes??