Selasa, 19 Januari 2010

the last post about him


aku ga tau apakah yang kulakukan ini akan benar-benar aku lakukan atau tidak. aku tidak tau apakah aku akan bisa menulis blog tanpamembicarakannya. yang aku sadari sejak awal, sesuatu yang bikin aku bisa menulis banyak post adalah sahabat dan 'dia'. tapi aku rasa sekarang aku harus mulai berhenti menceritakan semua hal yang ku tau tentang 'dia'. bukan karena aku melupakan dia. bukan. aku berpikir, mungkin aku tidak akan bisa melupakan itu semua, jadi aku tidak mau sok kuat dan sok tegar dengan mengatakan,

"aku akan melupakannya". 

aku toh juga tidak ingin melupakannya. jadi aku tidak perlu sok kuat. aku hanya ingin membatasi kehidupanku agar tidak tercampur dengan kehidupannya. apa yang aku jalani, berbeda dengan apa yang dia jalani. jadi berhentilah berharap suatu saat akan ada kejadian langka seperti di sinertron-sinetron. entah, tiba-tiba dia berbalik mengejarku atau apapun yang berbau happy ending. bagiku, inilah happy ending ku. semua sudah cukup sampai di sini aja, aku tidak tau apa aku akan kuat kalau haru mengalami sesuatu lagi. sedikit hal saja akanmembuatku kemabli berharap, berharap dan berharap. dan aku-jujur saja-sudah sangat capek untuk berharap. kalau dia tidak bisa bersikap tegas, maka akulah yang akan bersikap tegas. benar tidak? 

kalau seperti ini, aku pasti terdengar seperti gadis yang kuat kan? hahaha. sebenarnnya tidak. lututku bisa begitu lemas kalau tau apa yang aku alami sekarang. aku bisa kehilangan selera humor ku selama berminggu-minggu kalau aku mengalami apa yang orang-orang sebut dengan 'patah hati'. tapi menurutku aku tidak patah hati. aku hanya tau apa yang sebenarnya terjadi dan itu semua tidak ingin ku sebut sebagai peristiwa patah hati. tidak. aku tidak patah hati. titik.

hei, yang bilang aku patah hati, akan ku pelintir nanti!

kenapa aku bilang ini post terakhir tentang dia? karena aku merasa aku tidak lagi berhak membicarakannya di belakang seperti ini, memangnya dia siapaku? tapi aku bingung. aklau aku tidak menulis tentang dia di blog, lalu aku akan bercerita pada siapa? blog satu-satunya pendengar yang baik. tidak komentar apapun saat aku mengatakan apapun. dia hanya menerima semua yang aku ceritakan. seperti psikolog kan? tidak boleh mengadu argumen pada kliennya. hanya boleh menjadi pendengar yang baik.

haaah...

rasanya ada nya menggumpal di antara paru-paruku sekarang. aku tidak ingat aku pernah menelan batu atau apapun semacamnya yang membuat dadaku sesak terganjal sesuatu. aku pernah berpikiran suatu saat nanti aku akan mengatakan semua nya sambil berteriak kencang, mengeluarkan semua isi kepala dan gumpalan yang menyesakkan ini. aku ingin sekali dia tau apa yang aku tulis disini. bukan untuk apa-apa. bukan berharap dia akan berbalik padaku. tidak. aku hanya berharap, ketika aku mengatakannya, aku bisa melanjutkan semuanya dengan baik. bukannya apapun yang terjadi, hidup harus tetap berjalan kan? 

aku tidak akan mengatakan kenapa aku mengakhiri post tentang dia hanya sampai disini. cukup aku yang tau kenapa. kamu, kamu dan kamu yang sekarang membaca, pikirkan saja apa yang kira-kira membuat ku seperti ini, jangan pernah bertanya atau akan ku gelitiki sampai mati.

aku tidak tau apa lagi yang ingin ku katakan tentang dia. rasanya aku tidak rela, post terkahir tentang dia kenapa hanya segini? harusnya aku menuliskan banyak hal tentang dia sekarang. tapi otakku buntu. aku tidak bisa mengeluarkan apa yang ada di otakku. bagaimana kalau begini saja, nanti kalau aku ingat ingin menulis tentang dia, aku akan mengedit post ini. jadi ini tetap post terkahir. karena aku tidak akan menulis tentang dia di post yang baru.

hm, bagaimana?

Minggu, 13 Desember 2009

gimana rasanya di manfaatkan?

pastinya ga enak. dan jadi merasa seperti orang bodoh. ga tau kenapa ya? kok aku bisa-bisanya barus adar kalau aku di mafaatkan. atau ini hanya perasaanku yang kelewat sensitif aja? mudah-mudahan kemungkinan kedua itu bener. kadang aku ngerasa kalau saat 'itu' aku sedang dalam posisi dimanfaatkan, tapi kenapa ya aku ga mencoba menghindar atau menolak. aku justru mengikuti permainan yang dibuat. dan anehnya lagi sebersit pikiran menjijikan seperti 'asal dia senang' terlintas di pikiranku.kesel sama diri sendiri? JELAS. marah sama dia? aneh nya kok ENGGAK.
rasanya ya, pengen marah, tapi kok bingung kenepa aku mesti marah. aku selalu berusaha berpikir positif kalau sebenarnya aku saja yang terlalu pemikir dan sensitif. alah. udah lah, mbuh wis...

Sabtu, 05 Desember 2009

Aku hanya berharap kamu tau



Dear my dear. .


Aku yakin sekarang kamu pasti bingung menerima suratku. Aku bisa membayangkan bagaimana mimik wajah mu saat membaca nama 'si pengirim surat' yang terselip di buku pelajaran fisika mu. Asal kamu tau, aku sengaja menaruhnya di dalam buku fisika mu-tepat di halaman yang ada tugasnya-karena aku tau, kamu pasti akan membacanya. Aku tau kamu sangat suka dengan fisika. Dan hari ini kamu pasti membuka buku fisika mu untuk mengerjakan tugas.

Sampai disini, kamu pasti bingung untuk apa aku menuliskan surat ini untuk mu, mengingat setiap hari kita bertemu.

Ehm maksudku, aku melihat mu, tapi kamu tidak pernah melihatku.

Aku tidak tau apa kamu tau kalau aku ada di sekolah ini, selalu melirik mu ketika kamu berjalan dengan gaya khas mu, bersembunyi di balik cewek-cewek populer di sekolah mencuri-curi lihat aksi mu saat berusaha merebut bola basket dari tangan lawan di lapangan.

Aku sangat suka setiap kali kamu mengusap hidung dengan grogi saat maju ke depan kelas.

Aku juga suka mendengar tawa renyahmu di kantin sekolah saat bercanda dengan teman-teman basketmu sehabis latihan.

Aku selalu menunggu mu di koridor sekolah setiap pagi sebelum masuk kelas, berusaha terlihat datang bersamamu setiap hari-walaupun itu tidak akan pernah terjadi.

Yang paling konyol adalah aku selalu memesan makanan yang sama setiap kali aku menunggumu datang ke kantin. Berpura-pura kita sehati sehingga kita memesan makanan yang sama, walaupun untuk melihat apa menu mu hari ini sangat susah. Bisakah kamu katakan kepada temanmu yang berbadan besar itu untuk sedikit bergeser ke kiri ketika makan di kantin? Dia menutupi sebagian piringmu.


Apa kamu tau? Aku punya koleksi foto mu dengan segala pose. Saat kamu menyusupkan jari-jari untuk merapikan rambut yang menutupi dahimu, saat kamu melayangkan shot di lapangan basket-aku yakin kamu akan menyukai foto ini, saat kamu sedang sibuk mengerjakan tugas fisika di kelas, wajah kesal mu sambil menggigiti ujung pensil saat tidak menemukan jawaban soal fisika, wajah lucu mu saat melamun di pinggir lapangan, saat kamu menyuap makanan, dan segala pose yang semuanya ku sukai.I

tu sebabnya aku selalu membawa kamera kemanapun aku pergi. aku bukan seorang street photografer, tapi aku fotografer mu. dan kamu adalah objek kamera ku.


dari orang yang selalu mengagungkan mu,

Rabu, 02 Desember 2009

curhat bikin beban terangkat 30%

boleh percaya, boleh enggak. percaya syukur, ga percaya ya udah. ini juga bukan berdasarkan penelitian yang pake angket, kuisioner, atau apalah itu-yang sekarang lagi males ku omongin- tapi ini cuma berdasarkan pengalaman pribadi ajah. tadi waktu lagi cerita-cerita sama saras, di jalan menuju pulang, tiba-tiba aja aku pengen cerita banya sama dia. ga tau kenapa ya,mungkin karena pembawaan anak ny asik dan asli, jujur banget. jangan tanya lagi aku curhat tentang apa. jelas aja tentang si 'dia'. aku cerita panjang lebar dari awal gimana aku ketemu sama dia, gimana aku pertama kali ngarasa 'gimana' sama dia. dan sebagainya. dan sebagainya. mulut ku rasanya licin banget waktu cerita. ga bisa di rem. selama ini kayak nya ada aja yang ganjel di dada, ada yang nyesek kalo lagi narik napas, ada yang sakit kalo lagi ngeliat sesuatu yang ga pengen di liat-kamu-tau-maksud-ku. dan tadi abis cerita sama saras-walopun kepotong karena keburu nyampe kos-rasanya ada aja yang plong. kayak bisa napas lega. walopun cuma dikit. tapi ternyata itu ngebantu juga. di post yang lalu, aku bilang kalo ada kalanya kitapengen curhat habis-habisan tanpa ada yang ngebantah dengan segala argumen mereka, dan pengen di anggep bener semua apa yang kita rasain. tapi tadi baru aku mikir-mikir, ternyata enak juga bisa cerita panjang lebar sama orang dan apalagi saras itu tipe orangyang terbuka banget.
di post yang kemarin juga aku bilang kalo aku belum bisa percaya sama orang lain, tapi mungkin perngecualian buat temen ku-yang cablak,kayak anak kecil, jujur dan apa adanya-ini,aku berusaha bisa percaya sama dia. kenal juga belum lama, tapi sumpah, anak ini apa adanya banget. ga di buat-buat. bikin aku bisa percaya kalo mau cerita.
oh ya, ngereview dikit post ku yang kemaren-kemaren, aku sempet cerita tentang temenku yang mau di bunuh itu-untung ga jadi-yang minta putus persahabatan sama aku. sekarang dia udah minta maaf, dan temenan lagi sama aku. tapi kenapa ya? rasanya aku ga bisa sama lagi kayak dulu, ada yang mbekas aja. yah, ibarat gelas pecah, walopun di sambung-sambung lagi, tetep aja ada garis-garis sambungannya. beeeuuhh... udah keren kan bahasa ku?? hahaha. mulai deh stres nya. back to the topic, aku udah maafin dia, tapi dari dalem hati, jujur aja, ada sesuatu yang bikin aku berat buat maafin dia. sebenrnya dosa lho kalo kayak gini, tapi gimana ya? namanya perasaan kan ga bisa di tebak. jangan kan di tebak orang lain, kita sendiri yang punya hati kita, kadang ga nyangka kita bisa ngerasain suatu hal. bener ga sih? kayak orang jatuh cinta, emang nya dia minta jatuh cinta ama siapa, benci ama siapa, sakit hati sama siapa? enggak kan? tapi toh, hati kita bisa milih sendiri yang mana yang pantes kita benci, yang mana yang pantes kita sayang dan mana yang bisa bikin kita sakit hati. mulai melow... hoho.
kemaren kak Yudis baca blogku dan bilang, 'asli, kirain tadi salah buka blog. beda ajah cara ceritanya'. haha. aku ketawa aja dalem hati, ternyata bukan cuma aku yang ngerasa kayak gitu. orang laen yang baca gimana awal blog ku dan sampe sekarang ini pasti ngerasain perbedaan itu. waktu lagi nulis ini, ga tau kenapa ada yang nyesek di dada. tapi yaa... bukan make daleman kekencengan ya..*mestinya di sensor*. biarin deh. nah, sekarang narik napas panjang-sempet nahan agak lama karna ada ketikan yang salah- ulangin.... hembusiin... katanya sih bis abikin lega. karna ngirup oksigen itu kan ngisi oksigen di otak kita.
lha?
tapi yang nyesek kan dada, bukan otak? piye le ngono?
wis, mulai ngelantur lagi.
agak kesel nih , tiba-tiba. tadi udah berbaik hati nyariin judul-judul skripsi buat kak Yudis, eh, dianya di smsin judul malah kagak bales2. udah deh, di tutup aja halaman web nya. ga guna ini. tpai udah ngesave beberapa judul yang unik. kalo dia baca, yaa... ga papa deh. kan tadi udah di bilang, siapa sih yang bisa milih mau ngerasain apa di hati nya? ga ada kan? yo podo karo aku, aku ga minta mau sebel sama dia kok, tiba-tiba aja kesel ngeliat layar hape yang item-ampe bisa di kape ngaca bentar sebelum sebel-ga nampakin foto ku yang lagi pake jilbab daleman.
udah nyampe sini, bingung mau nulis apa. tapi kok masih ada yang ganjel ya?? mbok aku tak rongen wae piye? ben ngerti, sapa tau ga sengaja nelen gigiku sendiri terus nyangkut di hati. ngerasa yang ganjel 'sebuah perasaan', eh, ga tau nya gigi sendiri.
aduh, aduh. mulai ngelantur lagi. udahan ah. dari pada ni blog rusak isinya.
_addjeunklagistresbertgataukarenaapa_

Kamis, 26 November 2009

try to analyze . .

tadi waktu selesai solat Id, aku ngeliat sebuah fenomena yang unik banget. begitu Imam salam, ada seorang ibu-ibu yang langsung berdiri dan pergi gitu aja. lengkap dengan mukena yang masih nempel di badannya. sama sekali ga kepikiran buat dzikir dulu-sekedar baca istigfar atau apa ajalah-apalagi buat ngelipet mukena nya sendiri. masih dengan nenteng sajadah dia keliar lewat pintu satu-satunya di lapangan itu. sodara ku di sebelah langsung nyeletuk,
"wooh, orang gila nya keluar tu lho mbak,"
aku celingak-celinguk nyari orang yang tampilannya mirip orang gila. tapi kok ga ketemu. waktu aku tanya mana yang dia maksud orang gila, sodarku malah nunjuk ibu-ibu yang tadi masih pake mukena itu. aku peratiin terus. kok ga ada tampang orang gila? lagian tuh orang sholat, ga mungkin dia masih mau solat kalau dia emang beneran gila. lagian mukena yang di pake itu keliatannya bagus kok, kalo orang gila dapet dari mana mukena bagus kayak gitu? denger aku ngomong kayak gitu, sodara ku kaget sambil hampir ketawa. dia bilang kalo yang di pake sama orang gila itu bukanmukena beneran, tapi spanduk yang di jadiin mukena. kaget lah aku. masa sih? begitu aku peratiin mukena ibu-ibu itu, ternyata bener, keliatannya emang mukena mahal karena coraknya bagus, tapi setelah di lit-liat lagi, ternyata itu corak spanduk. tapi salut lho, tuh spanduk bisa jadi mukena model jaman dulu yang terusan dari atas sampe bawah. kebayang ga gimana nyatuin spanduk-spanduk itu bisa ampe jadi mukena? apa lagi dengan kondisi-kalo emang bener-ibu itu orang gila.
emang udah budaya nya, abis solat ga lengkap kalo ga ngeliat potong kambing. aku sama sodara-sodara ku langsung nangkring di masjid, nungguin kambing-kambing pada di sembelih. kasian ngeliat mereka, aku mikir-mikir, mereka tau ga ya kalo mereka ntar lagi mati? ngebayangin jadi kambing nya malah bikin ga enak makan. lagi asik ngintip-ngintip kambing pada di sembelih-ga berani ngeliat langsung-tau-tau si ibu yang pake spanduk tadi nongol lagi. kali ini lebih nyentrik. dia berdiri di depan ku ikut ngeliatin si kambing lagi di gorok lehernya, aku malah ga jadi ngeliatin kambing, tapi ngeliatin dia dari bawah ke atas.
dia pake sendal sebelah biru, sebelah merah. pikiran positif nya sih mungkin dia keburu-buru jadi salah pake sendal. tapi begitu ngeliat keatasan lagi... kok bajunya...?? dari spanduk lagi??
dia bukan make baju dari spanduk dalan model kaos atau apalah yang normal, tapi bentuknya seperti gaun pesta. serius deh. jadi, baju nya itu model kemben tali satu, terus dari pangkal kemben nya yang didada itu rampel-rampel kayak model rok anak SD, ujung gaunnya lebar mengembang kayak gaun cinderela gitu. aku peratiin jaitan bajunya itu jaitan tnagan, bukan penjahit. ketara banget dia sendiri yang buat baju nya. kalo aja kain nya bukan dari bahan spanduk, pasti baju ini keren banget. yah, seenggak nya untuk hitungan seorang ibu-ibu yang udah usia lanjut. potongan rambutnya ngebob rapiii banget, tpai udha penuh uban di sana-sini.
kata sodara ku, dia itu punya rumah di RT 16, tapi dia ga punya suami atau anak-ehm! perawan tua-dia tinggal sama keluarganya.
aku jadi mikir, jangan-jangan nih ibu-ibu waktu mudanya terobsesi jadi designer dan tipe orang yang perfeksionis, yang lebih mentingin karir di banding kehidupan pribadinya. dia bener-bener pengen jadi designer, tapi mungkin ada sesuatuyang menghambat.entah itu biaya, skill, atau restu orang tua. bisa jadi gara-gara itu semua dia jadi depresi berat n kayak sekarang ini. kalo di pikir-pikir, ajaib juga ya? orang yang mengalami depresi-malah disebut orang gila-bisa tetep ngejalanin solat, sosialisasi sama masyarakat-sekalipun ga bisa interaksi aktif, dan bisa ngedesign baju plus mukena.
bener-bener ajaib!

Rabu, 25 November 2009

. . .

hii..
this is my first post that used english language. i don't know would like to tell you another story. i just want to show you that i will try learn speak english. see? my english is very crowded. aarrggh.. i don't care about present tense, past tense, future tense and-you-know-what. the important things is, people who's read it can understand what i mean. i think enough.

NB : *segini dulu aja untuk yang pertama. takut tambah kacau. kan malu juga. ini aja pakai bahasa indonesia gara-gara ga tau ngomong pake bahasa inggris nya kayak apa..

Senin, 23 November 2009

sebenarnya apa yang aku rasakan??

maaf sebelumnya buat orang yang baca blog ku kalau seandainya ini blog belakangan ini isi nya melow bin azim. jujur aja, aku lagi mood-moodan sekarang ini. dan sialnya mood ku yang keluar bukannya yang bagus dan buat aku hepi, tapi malah mood yang ga karuan gini. bikin aku gelisah, kepikiran, sedih, murung dan sebagainya, dan sebagainya. isi post kali ini ga jauh beda dengan sebelum-sebelum nya masih tentang 'dia'. 'dia' yang hanya aku yang tau siapa 'dia' sebenarnya. aku ga tau apa otak ku sudah sangat penuh dengan dia sampai-sampai segala sesuatu yang aku lakukan bisa berhubungan dengan dia. contoh nya aja gini, sekarang ini aku sedang hoki mendapatkan job untuk membuat naskah FTV, dan aku ga tau pikiran apa yang merasuki otakku sehingga aku membuat sebuah naskah yang isinya tentang dia. tidak sepenuhnya tentang dia sih, tapi yaaa,.. sebagian besar tentang dia. karakternya, deskriptif fisik nya, dan yah, sedikitnya alur cerita yang pernah terjadi di antara kita. udah kayak lagu aja nih kata-kata ku. biar lah, aku lagi pengen melow-melow nih. ada ketakutan juga yang aku rasakan, kalau-kalau nanti setelah FTV ini tayang, ternyata dia menontonnya, matilah aku. aku berharap sih, dia tidak akan tau hal ini. aku tidak berharap di menontonnya karena aku tidak ingin dia tau apa yang sebenarnya aku rasakan. dan aku yakin dia juga sama sekali tidak ada pikiran untuk menonton hal semacam itu. waktunya sudah habis untuk-entah siapa-hal-hal yang dia anggap lebih penting dari sekedar menonton TV. satu hal yang aku syukuri. aku hanya ingin mengungkapkan apa yang aku rasakan, aku ingin semua orang bisa tau apa yang aku rasakan, kecuali dia. aku tau dia sebenernya tau, tapi aku berusaha merasa kalau dia tidak tau apa-apa. karena yang aku lihat juga seperti itu. dia berusaha untuk pura-pura tidak tau apa-apa. aku hanya mengikuti permainan yang dia buat.
aku merasa siapapun yang membaca blog ku ini akan merasa kasihan pada ku. kenapa ya? padahal aku berusaha tidak mengasihani diriku sendiri. buat apa sih aku mengasihani diri? toh tidak akan ada sesuatu yang berubah setelah ini. aku tetap dengan kehidupanku dan dia juga tetap dengan kehidupannya. kadang aku berpikir ingin sekali lagi mengulang apapun yang telah ku lewati. sekali lagi saja. aku ingin menggunakan waktu sebaik mungkin untuk membuat apapun yang bisa ku kenang sambil tersenyum. sebenarnya aku merasa kata-kata ini sangat menjijikkan untuk di baca. kelihatannya ini hanya keluar saat aku atau siapaun membaca novel-novel roman karangan luar negeri atau siapalah-aku tidak tau. tapi jujur aja, aku ga punya kosa kata lain untuk mengungkapkan hal ini. cuma itu yang terpikirkan. jadi sudahlah, berhenti memprotes. hei, bukannya aku sendiri yang protes?!
aku tidak tau aku harus menulis apa lagi yang aku tau tentang dia. aku tidak mau menuliskan sesuatu yang spesifik tentang dia, aku takut seseorang akan tau siapa dia sebenarnya. entah kenapa aku ketakutan ada orang yang tau. aku mulai tidak mempercayai orang-orang di sekitarku. aku tau kenapa aku seperti ini. ini karena ada beberapa orang yang bersikap tertutup padaku dan aku menjadi ikut bersikap tertutup pada mereka. tapi entah kenapa aku tidak percaya pada orang lain hanya untuk masalah ini. selebihnya aku biasa saja. ada seseorang yang bertanya padaku, kenapa sampai sekarang aku belum punya pacar? aku sudah kebal dengan pertanyaan ini. aku juga bingung dengan sikap ku. kenapa ya setiap aku dekat dengan seseorang, aku selalu membandingkan orang itu dengan dia. sebenarnya itu tidak boleh kan? semua orang punya pribadi yang berbeda-beda. semua orang itu unik. tapi aku tidak pernah bisa berhenti melakukannya. ada juga yang bertanya apa aku ada yang mendekati? aku tidak munafik, yang mendekati pasti ada. pada awalnya aku juga merasa biasa saja, artinya aku ga menutup mekungkinan aku juga bisa menyukai orang yang mendekatiku. tapi ketika aku merasa semakin dekat dengan orang itu, entah kenapa ada ketakutan yang aku rasakan. aku takut suatu saat 'dia' akan berbalik arah melihatku dan aku tidak mau dia melihatku dengan orang lain. aku tau ini terdengar sangat aneh, tapi aku yakin banyak orang yang sebenarnya merasakan hal ini, tapi hanya sebagian kecil saja yang mau berani mengakuinya pada orang lain. aku memang tidak mengakuinya secara langsung pada orang lain, tapi toh aku menulisnya di blog dan mem-posting nya. jadi siapapun orang yang ingin membaca, aku persilahkan. seperti tadi pagi, ada seorang teman di kampusku yang berkata padaku kalau kemarin dia baru saja membaca blog ku lewat alamat yang kutulis di FB. aku baru sadar, sekarang siapapun bisa membacanya. itu salah satu alasan kenapa aku tidak mau menuliskan siapa dia di dalam blog ini. aku selalu punya ketakutan akan ada seseorang yang tau tentang dia.
aku juga lupa ada beberapa orang yang aku beri alamat blog ku karena aku percaya dnegna mereka. tapi, sekarang aku jadi takut dan malu kalau membayangkan merka akan membaca blogku. tapi kalau aku pikir-pikir lagi, lebih baik mereka tau apa yang aku rasakan ini lewat blog, dari pada mereka karus terus bertanya-tanya tentang hal itu.
kadang aku merasa lebih baik aku cerita dan meluapkan smeua emosi ku ke dalam sebuah tulisan dari pada harus bercerita kepada orang lain. tulisan menghasilkan sesuatu yang lebih berguna. bukab berarti aku tidak butuh sesorang untuk bercerita, aku butuh. tapi kalian pasti pernah merasa, ada kalanya kita ingin bercerita panjang lebar, mengeluarkan seluruh uneg-uneg yang kita pendam dan tidak ada orang yang membantahnya dengan segala logika dan norma yang ada. kita hanya ingin di dengarkan dan di dukung. dan kadang itu tidak kita dapatkan kalau kita bercerita pada seseorang. mereka sedikitnya pasti memberikan pendapat mereka yang kadang bertentangan dengan apa yang kita rasakan, dan aku malas membahas bagaimana sebenarnya yang aku rasakan dan aku inginkan. terlalu banyak.
aku teringat kata-kata kak yudist padaku, dia bilang perasaan seseorang bisa terlihat dari sebuah tulisan. dan aku rasa benar. sangat benar. aku mengingat ingat, pertama kalai aku membuat blog ini adalah saat aku baru-baru merasakan bangku kuliah. dan saat itu aku masih aku yang dulu. kalau kalian mau lihat, tulisanku yang dulu dengan sekarang sangat berbeda. beberapa bulang belakangan ini tulisanku menjadi sedikit baku dan melow. tulisanku saat awal-awal pembutan blog sangat ceria, lucu, inovatif, dan segala hal yang berbau positif. sekarang ini, tulisanku berbau negatif. aku merasa aku berubah. aku ingin aku yang dulu. rasanya aku ingin menyalahkan 'dia' karena secara tidak langsung dia yang mengubahku menjadi seperti ini. tapi aku merasa aku tidak punya hak apapun untuk menyalahkan siapapun.
aku capek.

Pengikut

Mengenai Saya

Denpasar, Bali, Indonesia
novelis beken n best seller. ada yang mau protes??