Rabu, 18 Agustus 2010

hhh...

ujung-ujungnya ga nulis apa-apa.
uda nyangka kok.

Senin, 14 Juni 2010

balasan surat cinta mu . .

hai ;)

mungkin kamu ga akan nyangka nerima surat ini. aku tidak bisa membayangkan bagaimana wajah mu, karena aku memang tidak pernah mengamatimu dari dekat. aku hanya pernah melihat mu sekilas. benar-benar sekilas. tapi selalu. aku selalu melihatmu. ehm, awalnya aku merasa terganggu, maaf aku jujur. aku yakin kalau kamu di posisiku kamu pasti juga akan merasa seperti ini. dan.. aku ingin jujur lagi, aku juga merasa terganggu waktu aku menerima surat terakhirmu. ehm,. maksudku... kenapa itu jadi surat terakhir. ehm.. aku baru mulai terbisa dengan suratmu. tapi kamu justru berhenti menulisnya.

kaget ya? maaf. tapi aku hanya berusaha seperti mu. kamu saja berani mengatakan semuanya. rasanya aku menjadi seorang pengecut jika aku hanya diam tidak melakukan apa-apa, sedangkan aku sangat ingin mengatakan semua ini. aku tidak tau apa yang kupikirkan saat menulis surat ini. rasanya seperti kembali ke masa kecil dulu. surat-suratan seperti... apa ya?? ya.. begitulah. kamu pasti tau maksudku.

ehm, aku tidak bisa menulis panjang lebar. jadi segini saja ya. sebenarnya inti surat ku hanya satu. bisakah kamu menulis kembali??


dari... ehm... yang mengingatmu,

Sabtu, 12 Juni 2010

surat terakhir

hai lagi.. :)

apa kamu sudah menduga akan dapat surat berikutnya dariku? kalau ya, berarti rencana ku gagal untuk memberikan surprize untukmu. surat ini bukan lagi untuk mengutarakan bagaimana perasaanku pada mu, seperti surat-surat ku sebelumnya. surat ini mungkin adalah surat terakhir dariku.

aku merasa aku telah mengusik hidup seseorang dengan mengirimkan surat ini. benarkan? walaupun kamu menggeleng, tapi aku tidak yakin kamu jujur. aku melihat dari bagaimana cara mu menghindariku di sekolah. aku lihat bagaimana caramu berpura-pura sibuk dengan sesuatu ketika mata kita bertemu. aku lihat bagaimana kamu berusaha sebisa mungkin tidak melihatku di sekolah. apa kamu tau itu sangat menyiksaku?

pasti kamu malu, ya kan?

jangan menggeleng lagi. akui saja. hhh... aku jadi merasa tidak enak hati, tau? hah. tentu saja kamu tidak tau. surat ku yang kemarin saja kamu tidak mau tau (mungkin loh, aku juga tidak tau pasti). jadi kupikir-pikir rasanya aku harus menyudahi surat-surat yang mengganggumu ini. mungkin mulai besok, kamu anggap saja aku tidak ada di kelas. atau kalau guru mengabsen namaku, kamu pura-pura tidak dengar saja. atau .. apa lagi yah? oh,.. atau kamu pindah kelas saja. lagipula cewek-cewek kelas sebelah pasti senang sekali kalau kamu mau berbaik hati pindah ke kelas nya, melihat mereka setiap hari melongok di jendela hanya untuk melihatmu melototin papan tulis.

mereka belum tau saja kalau masih banyak posemu yang lebih bagus dari sekedar melototin papan tulis. eh, maaf. aku sudah berjanji tidak akan mengutarakan perasaanku lagi. yah... ehm. itu saja sih yang mau aku katakan. oh ya, satu lagi. aku minta maaf kalau memang ini benar-benar mengganggumu. aku hanya ingin membuang gumpalan menyesakkan di perutku setiap kali aku melihatmu di sekolah. mungkin mulai sekarang aku akan berusaha pura-pura tidak melihatmu juga. adil kan?



dari yang berusaha melupakanmu,

anonim

Sabtu, 05 Juni 2010

Aku tau

aku tau ini harus di hentikan, tapi aku tidak bisa. aku tau ini memang tidak pantas, tapi aku tidak bisa. aku tau ini salah, tapi semuanya terasa benar. apa sih yang ada di dalam pikiran ku ini? seharusnya aku sudah bisa mengambil pelajaran dari yang sebelumnya. tapi lihat apa yang kulakukan sekarang? aku mengulanginya kembali. hal yang benar-benar sama persis dengan yang kemarin aku alami. lingkaran yang harusnya tidak ku buat, justru aku buat lagi. yang seharusnya ku hindari, justru ku dekati.

hei, ajeeeng. itu salah! salah!

arrrgghh!! baru nulis sampe disini, yang di omongin muncul! Jadi apa aku salah??? lihat? dia sendiri yang datang. jadi aku tidak salah kan?

dan sekarang aku mulai seperti dulu. tidak mau disalahkan. memang. aku tidak mau disalahkan. aku mau egois. aku mau menikmati apa yang aku lakukan sekarang. bisakah kalian biarkan aku sebentar saja?? sebentar saja. aku ingin melakukan ini.

dan lihat? dia datang lagi.

sudahlah. aku tau ini salah. tapi ... sudahlah. sudah. sudah. aku ga mau merasa bersalah lagi. ku jalani saja.

Rabu, 26 Mei 2010

Aku putri di dalam sangkar...

aku seorang putri.

entah benar atau tidak. tapi itu yang terlihat dari luar.
aku selalu mencari tau, apa arti putri itu sebenarnya. apakah cantik cukup menjadikan semua gadis menjadi seorang putri? atau karna materi yang dimiliki membuat mu merasa menjadi seorang putri? dengan materi kamu berharap bisa membeli semua yang kamu inginkan.

benarkah?

lalu berapa harga sebuah kebebasan? katakan padaku karna aku sangat ingin memiliki kebebasan saat ini.

kebebasan berpendapat.
kebebasan memilih.
dan kebebasan mencintai siapapun yang aku mau.

bisakah seseorang memberikan itu semua padaku? mana mungkin bisa. karena yang aku anggap bisa memberikan semua itu, ternyata justru merenggutnya dariku. aku-tidak-punya-kebebasan. aku selalu bertanya tentang banyak hal dan herannya selalu tidak terjawab. kenapa aku harus selalu berkata iya? kenapa aku tidak boleh berkata tidak? kenapa harus aku yang mengalah? kenapa harus aku yang dipilih? kenapa bukan aku yang memilih? bolehkah aku mendongak? atau harus selalu menunduk?
mereka selalu menjawab semua hal itu dengan satu kalimat yang membuatku meneteskan air mata,

"Memang sudah seharusnya begitu,"

itu bukan sebuah jawaban bagiku. rasanya hanya jawaban itu yang bisa mereka ucapkan. bayangkan jika ada yang bertanya, "Dimana toiletnya?" bukankah jawaban ,"Memang sudah seharusnya begitu," tidak akan cocok?? lalu kenapa mereka selalu menjawab pertanyaan ku dengan kalimat membosakan itu. apa mereka tidak tau aku menginginkan satu kalimat yang mungkin tidak akan pernah mereka ucapkan.

"Ini hidupmu, jalanilah apa yang terbaik bagimu,"

just it!
apa susah? apa tidak boleh? apa itu akan merugikan mereka? kalau iya, akan kutukar dengan apapun yang mereka mau.
apa mereka tau? aku sudah sangat lelah dengan semua ini. aku sudah sangat ingin mengakhiri semuanya kalau saja aku tidak punya seseorang selain mereka. aku sudah lelah mengeluarkan air mata setiap aku bertanya pada diriku sendiri, apa aku sanggup dengan semua ini? apa ini yang terbaik? yang terbaik bagiku atau bagi mereka?

Tuhan, apa benar kamu tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan umat mu?
Tuhan, benarkah kamu selalu membuat ujian sepaket dengan jawabannya?
Tuhan, benarkah kamu selalu mengabulkan doa orang yang teraniaya?
Tuhan, apa aku belum cukup teraniaya untuk Kau kabulkan doaku?
Tuhan, apa semua ini akan kau dengar?
tidak Tuhan, aku tidak ingin Kau dengar, tapi ingin Kau perlihatkan jawaban dari ujian yang Kau berikan... itu saja.

apa aku memang harus melakukan semua yang mereka inginkan untuk kebahagiaan mereka? dan mereka tidak melakukan semua yang aku inginkan untuk kebahagiaan ku? kadang aku berpikir, apa benar ini yang benar? kalau iya, aku akan melakukannya untuk mereka. walaupun aku harus tidak bahagia. aku akan melakukannya untuk kebahagiaan mereka. aku tidak ingin menyesal atas semua apa yang aku lakukan. aku akan menyesal jika aku menyerah tanpa melakukan apapun. jadi bolehkah aku berusaha sekali lagi? aku hanya ingin bertanya untuk yang terakhir kalinya, jika jawaban kalian tetap sama....

Mama, Papa,..
bisakah kalian berikan kebebasan itu untuk ku?


didedikasikan untuk seorang teman yang meneteskan air matanya tadi siang. . .

Rabu, 12 Mei 2010

bekasnya dimana-mana!!

pernah ga sih kalian teringat pada seseorang saat kalian melewati tempat yang pernah kalian kunjungi dengan seseorang itu??
itu yang terjadi pada ku.
sekelebat bayangan selalu melintas di otakku ketika aku melihat sebuah tempat yang pernah aku kunjungi bersama 'dia', kalo dia baca. mohon maav saja ya.. ga usah marah. ga usah merasa ga enak, ga usah merasa serba salah. itupun kalau dia merasa. karena ini blog ku, dan aku berhak menulis apapun disini. dan siapapun boleh membaca ini. tapi tidak satu orangpun yang boleh protes.
gimana ya cara menghapus semua bayangan itu? aku ga mau jadi orang sok melankolis dengna mengatakan, "wajahmu selalu teringat..." alah, alah. ga lah ya. aku malah lagi pengen berusaha ngelupain ini,. ibarat komputer atau flash disk, aku pengen ngeformat ulang isinya. pengen ganti sama file-file yang baru. semua virus yang merusak file-file di FD ku di delete habis, di pakein anti virus yang amopuh dan bikin semua virus yang udah dihaous ga balik-balik lagi. tapi bukan berarti aku lupa semua virus dan file yang hilang,
aku jelas tetap ingat.
dan aku tetap ingin 'menganggap nya ada' dan menyimpannya baik-baik dalam laci lemari yang terkunci rapat. benar-benar rapat. dengan kunci kombinasi yang tidak kuhafal kombinasinya. jadi aku merem, asal menekan angka kombinasi, menyimpannya dan... blasss... aku tidak akan ingat kombinasinya!!
udah lah... males nulis. banyak makhluk bawel disekitarku yang bikin ga konsentrasi nulis.. dasar mereka berisik!! Rayi Utami Putri dan Avy Zahro!!

Minggu, 09 Mei 2010

aku yang sekarang adalah aku

sekarang aku merasa lebih baik. lebih baik bukan berarti aku baik-baik saja. lebih baik sedikit. aku merasa agak tenang sekarang. ada sesuatu yang lepas dari tubuhku. dan rasanya sangat nyaman. kini saat nya aku mulai ngebuka hati buat orang-orang disekitarku yang membuka hatinya buatku. aku seperti mimpi rasanya. hal yang ga terbayang akan ku lakukan, ternyata bisa kulakukan dengan mudah. dengan tawa, dengan senyum, dengan santai.
rasanya seperti sedang menjadi aktor sebuah film, memerankan sebuah tokoh didalamnya, dan menjalankan naskah yang dibuat tanpa ending. lelah dengan semua cerita yang tanpa akhir, akhirnya aku memutuskan untuk membuat ending-ku sendiri. ending yang tidak bisa dikatakan bahagia, dan tidak bisa dikatakan sedih. ending yang benar-benar ending. yang terpenting bagiku adalah sebuah kebebasan. kebebasan yang kuciptakan sendiri, karena lingkarang yang kuciptakan sendiri juga..

07.06 pm : 9 Mei 2010

Pengikut

Mengenai Saya

Denpasar, Bali, Indonesia
novelis beken n best seller. ada yang mau protes??